Sholat TAHAJUD bersama Tukang Becak
Tepatnya di Jl. Nelayan No. 30 Surabaya terdapat masjid At-Taqwa, sebuah masjid kecil dikampung kawasan sekitar JMP (jempatan merah) di kota Surabaya. Kebetulan baru dua hari yang lalu aku kost di Jl. Nelayan no. 42 Surabaya yang tidak jauh dari masjid tersebut. Hari ini tanggal, 4 Februari 2010 usai pulang kerja aku sholat magrib hingga sholat isak di masjid tersebut. Kebetulan malam ini adalah malam jumat, sehingga usai sholat magrib aku berkehendak membaca Al-Quran, sebelum aku sempat membacanya dan masih mencari surat yang ingin saya baca, tiba-tiba ada seorang laki-laki memberikan buku tahlil dan yasinan, maka aktifitasku berubah menjadi ikut tahlilan dan yasinan. Hampir satu jam berlalu sudah tahlilan dan yasinan tersbut.. maka keluarlah ta'jilnya dua buah roti dan segelas air minum merk Club.
Usai sudah sholat magrib dan acar yasin dan tahlilan pada malam jumat itu, kemudian aku duduk-duduk diserambi masjid sambil berdzikir menunggu datangnya waktu shlat isak. Ada seorang laki-laki menawarkan sebaskom buah-buahan, maka seketika itu aku batalkan iktikafku, sehingga aku jadi ngobrol kecil sambil makan buah bersama sang Kyai....
Ternyata...tidak aku sangka, di masjid itu orang-orang tersebut berdiam diri dan tinggal disana , ada yang dari tegal, pati, kebumen, salatiga, jember, bondowoso dll, saya pikir dia mondok atau ta'mir masjid. Wah... mereka semua adalah abang tukang becak. Pantas saja sebelum aku masuk masjid itu, mengapa masjid ini dipenuhi oleh armada becak sekian banyaknya??. Mengapa para jamaahnya para tukang becak semua??? pikirku dalam hati.
Becak itu setelah aku tanya kepada mereka, bahwa semuanya adalah milik satu orang saja, dan mereka setiap hari menyewanya seharga Rp. 3,000,- dan mereka sudah berdiam diri di masjid itu ada yang lima tahun, sepuluh tahun, dan bahkan lebih. Tidur di masjid dengan alaskan kardus dan koran, laci becak sebagai almarinya.
Sudah kebiasaanku pada pukul 03.00 WIB alarm HP selalu berdering dengan nada yang sangat keras, sehingga aku pasti terbangun, walau aku tidurnya larut malam karena kecapaian sehabis pulang kerja. seketika aku bangun dan ambil wudlu dan terus pergi ke masjid itu untuk shlat tahajud, mataku terbelalak, sungguh ramai sekali masjid itu dengan orang-orang yang bermunajahad kepada Allah dengan berbagai dzikir hingga rintihan doa-doa suci yang terucap untuk memuji dan meminta kepada Allah SWT.
Saat itu.. air mataku berderai dan sungguh imanku ini sangat lemah dan sungguh aku sangat sombong sekali kepada Allah..,. sungguh luar biasanya abang tukang becak itu, mereka sedang bersholat tahajut bersama. Ada yang baru datang terus bersuci terus sholat tahajut. Ada yang usai sholat tahajut dan saya pikir mau tidur lagi... ternyata mereka mengambil becaknya dan terus berjuang melawan hidupnya dengan menggoes becaknya menyisiri kawasan JMP.
Usai sudah sholat magrib dan acar yasin dan tahlilan pada malam jumat itu, kemudian aku duduk-duduk diserambi masjid sambil berdzikir menunggu datangnya waktu shlat isak. Ada seorang laki-laki menawarkan sebaskom buah-buahan, maka seketika itu aku batalkan iktikafku, sehingga aku jadi ngobrol kecil sambil makan buah bersama sang Kyai....
Ternyata...tidak aku sangka, di masjid itu orang-orang tersebut berdiam diri dan tinggal disana , ada yang dari tegal, pati, kebumen, salatiga, jember, bondowoso dll, saya pikir dia mondok atau ta'mir masjid. Wah... mereka semua adalah abang tukang becak. Pantas saja sebelum aku masuk masjid itu, mengapa masjid ini dipenuhi oleh armada becak sekian banyaknya??. Mengapa para jamaahnya para tukang becak semua??? pikirku dalam hati.
Becak itu setelah aku tanya kepada mereka, bahwa semuanya adalah milik satu orang saja, dan mereka setiap hari menyewanya seharga Rp. 3,000,- dan mereka sudah berdiam diri di masjid itu ada yang lima tahun, sepuluh tahun, dan bahkan lebih. Tidur di masjid dengan alaskan kardus dan koran, laci becak sebagai almarinya.
Sudah kebiasaanku pada pukul 03.00 WIB alarm HP selalu berdering dengan nada yang sangat keras, sehingga aku pasti terbangun, walau aku tidurnya larut malam karena kecapaian sehabis pulang kerja. seketika aku bangun dan ambil wudlu dan terus pergi ke masjid itu untuk shlat tahajud, mataku terbelalak, sungguh ramai sekali masjid itu dengan orang-orang yang bermunajahad kepada Allah dengan berbagai dzikir hingga rintihan doa-doa suci yang terucap untuk memuji dan meminta kepada Allah SWT.
Saat itu.. air mataku berderai dan sungguh imanku ini sangat lemah dan sungguh aku sangat sombong sekali kepada Allah..,. sungguh luar biasanya abang tukang becak itu, mereka sedang bersholat tahajut bersama. Ada yang baru datang terus bersuci terus sholat tahajut. Ada yang usai sholat tahajut dan saya pikir mau tidur lagi... ternyata mereka mengambil becaknya dan terus berjuang melawan hidupnya dengan menggoes becaknya menyisiri kawasan JMP.
Diperbarui hari Kamis lalu · ·
Miftha Indasari
Subhanallah,.
05 Februari jam 14:04 melalui Facebook Seluler ·
M Imron Pribadi
namun dikawasan itu juga banyak sekali abang tukang becak teman-teman mereka yang tidur dipinggir gedung atau disekitaran masjid, tetapi mungkin mereka masih belum mendapat hidayah dari Allah. Pada saat adhan tiba hingga saatnya jumatan tiba, ada sebabagian dari mereka ada disekitar masjid tetapi mereka tidak menjalankan sholat jumat, salah satunya adalah abang becak dari klaten penjaga rumah kostku.
namun dikawasan itu juga banyak sekali abang tukang becak teman-teman mereka yang tidur dipinggir gedung atau disekitaran masjid, tetapi mungkin mereka masih belum mendapat hidayah dari Allah. Pada saat adhan tiba hingga saatnya jumatan tiba, ada sebabagian dari mereka ada disekitar masjid tetapi mereka tidak menjalankan sholat jumat, salah satunya adalah abang becak dari klaten penjaga rumah kostku.
05 Februari jam 20:06 ·
M Imron Pribadi
Malam ini pukul 19.10 WIB aku penasaran dengan mereka, mengapa mereka kok tidak sholat?? padahal KTP nya muslim??? sementara teman-teman nya yang lain rajin sekali.Aku semakin penasaran. Maka aku ajak ngobrol berbagai hal dengan canda tawa, tapi arah pembicaraanku dikit demi sedikit aku arahkan pada permasalahan sholat.
05 Februari jam 20:06 ·
M Imron Pribadi
Hingga pada saat yang tepat aku bertanya kepadanya dengan gaya pertanyaan hiperbol " Wah.. bapak ini orang yang memiliki kepribadian sangat luar biasa dalam menjalani hidup ini, saya yakin bapak adalah seorang yang rajin dalam menjalankan ibadah kepada Allah?"
05 Februari jam 20:06 ·
M Imron Pribadi
Dengan gaya pertanyaanku seperti itu tanpa, dia diam sejenak dan tiba-tiba dia meneteskan air mata dan menangis sedih..."Mas .. baru kali ini seumur hidup ada orang yang bilang aku rajin sholat, padahal aku benci sekali dengan Allah karena hidupku yang susah,maka aku tidak pernah sholat".
l
l
05 Februari jam 20:06 ·
M Imron Pribadi
Lanjut kata dia pada endingnya bercerita kepadaku" terimakasih mas... semoga aku diberi petunjuk untuk menjalankan sholat lagi".
SUBHANALLAH........ALLAHU AKBAR....
SUBHANALLAH........ALLAHU AKBAR....
05 Februari jam 20:07 ·
Abina Adhikumara
Pak imbrom boleh gak saya bagikan tulisan ini ke profil atau dinding saya ?
05 Februari jam 20:43 ·
M Imron Pribadi
iya..boleh saja sobat...terima kasih kalau mau turut berdakwah...amin
05 Februari jam 20:44 ·
Abina Adhikumara
Amin
05 Februari jam 20:56 ·
Iyan Damayanti Putri
hemmmm...sebuah perjalanan yang patut untuk dicontoh nikh...
0 Tanggapan:
Posting Komentar
Silahkan Komentarnya.....